Pondok Pesantren ALMATERA (Al-Mumin Muhammadiyah Tembarak)

Tes Masuk Calon Santri Pontren Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak Berbasis CBT Berjalan Sukses

Temanggung – Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah(ALMATERA), melaksanakan tes masuk Calon Santri dan Calon Wali Santri untuk unit MTs Al-Mu’min Tahun Pelajaran 2026/2028. Kegiatan ini berlangsung di Kampus induk Pondok Pesantren ALMATERA, 1 Februari 2026.

Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB), Mayo Hadi Wibowo, menjelaskan bahwa pelaksanaan tes masuk calon santri Pontren ALMATERA berjalan dengan lancar dan sukses. Sistem yang digunakan adalah Computer Based Test (CBT) dengan konsep one day service yang dilaksanakan secara terpusat di laboratorium komputer pondok.

“Calon santri mengerjakan tes secara online di ruang komputer dengan beberapa materi sesuai jurusan yang dipilih,” jelasnya.

Materi tes meliputi 18 soal umum yang mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam (PAI), IPA, dan Matematika. Selain itu, calon santri juga mengikuti Tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), Tes Tahfidz (hafalan), serta tes wawancara yang dilaksanakan di ruang Kelas Tahfidz dan Riset.

Pontren Almatera memiliki tiga program unggulan dengan jargon masing-masing. Jurusan Riset mengusung slogan “Muda Berkarya Mendunia”, Kelas Literasi dengan jargon “Aktif, Kreatif, Inovatif”, serta Kelas Tahfidz dengan motto “Islami, Qurani, Menginspirasi”.

Kepala MTs Al-Mu’min, Thariqul Ula, menyampaikan bahwa pada gelombang pertama PSB tercatat lebih dari 80 peserta mengikuti rangkaian tes dan wawancara. Menariknya, sebagian peserta datang langsung tanpa melalui pendaftaran online, sementara sebagian lainnya mengikuti tes secara daring melalui Zoom Meeting.

“Peserta daring berasal dari berbagai daerah, seperti Batam, Kalimantan, Tangerang, Singkawang, Cengkareng, Wonosobo, dan beberapa wilayah lainnya,” ungkapnya.

Tes wawancara bagi orang tua atau wali santri bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan kesiapan wali terhadap peraturan pondok, administrasi, serta kesepahaman tentang proses dan progres pembelajaran ke depan.

“Kesiapan orang tua dibuktikan dengan penandatanganan surat kesanggupan untuk mematuhi peraturan pondok pesantren, membimbing santri saat berada di rumah ketika libur, serta menerima segala bentuk tindakan pendidikan terhadap santri sesuai ketentuan pondok,” tegasnya.

Pontren Almatera saat ini telah memiliki jejaring yang luas secara nasional. Hal ini dibuktikan dengan keberagaman asal santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bandung, Jakarta, Bojonegoro, Purwakarta, Banjarnegara, Wonosobo, serta wilayah Jawa Tengah lainnya.

Para santri dididik melalui pendidikan formal jalur reguler serta pendidikan keagamaan berbasis pesantren di jenjang MTs selama tiga tahun, dan enam tahun bagi santri yang melanjutkan hingga jenjang Madrasah Aliyah Al-Mu’min.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *